Selasa, 05 Desember 2017

Semua Datang dari hati yang ikhlas

Pagi ini saya bangun kesiangan. Dan tau reaksi saya bangun kesiangan? Kesel sama diri sendiri. Kenapa? Because am a kind of morning person. Yes, morning person. Orang yang bangun pagi-pagi untuk menikmati indahnya pagi dengan bersyukur dan merefleksikan diri, menikmati kesejukan di pagi hari. Tapi pagi ini saya terlambat bangun pagi dan ujung-ujungnya kesal. Padahal malam sebelum tidur, saya sudah merencanakan apa saja yang akan saya lakukan di hari ini. Mulai dari mencuci pakaian, menjemur, belanja di pagi hari, memasak untuk sarapan dan bekal suami, bubar jalan sudah semua rencana saya.

Dengan semua perasaan kesal, setelah melaksanakan shalat subuh saya bergegas mengambil handuk dan mandi. Mandi untuk menghilangkan kesal, menghilangkan gundah. Setelah mandi saya bergegas membuat secangking kopi, duduk dan mulai menikmati kopi saya di pagi ini. Entah seperti ada kekuatan tersendiri dalam diri saya. It's okay kalau apa yang terjadi tidak sesuai dengan rencanamu. It's okay bangun kesiangan sekali-kali.

Dan membuat saya berpikir, ternyata manusia memang rencanakan tapi Tuhan-lah Yang Maha Menentukan. Boleh jadi aku berpikir ada baiknya begini tapi Allah berpikir baiknya begitu. Saya sadari lagi, ternyata saya ini masih lemah. Hanya karena hal begitu saja masih kesal dan marah. Padahal saya ini hanya manusia yang nggak tau apa-apa sedangkan Ia Maha Mengetahui dan Maha Memberi Yang Terbaik.

Semakin membuat tekad dalam diri ini untuk belajar lebih baik lagi, semakin melihat ke dalam diriku sendiri. Ternyata diri ini lemah, nggak berdaya dan nggak tahu apa-apa. Diri ini butuh bimbinganNya, butuh diriNya lebih lagi untuk menajalani kehidupan supaya tidak salah mengartikan apa arti kehidupan ini sebenarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar